KULIAH IMAN 2

Just another WordPress.com weblog

Dia Tidak Mempunyai Pengetahuan Tentang Hari Kemudian?

Dia Tidak Mempunyai Pengetahuan Tentang Hari Kemudian?

(b) “Tetapi tentang hari atau saat itu tidak seorang pun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan anak pun tidak, hanya Bapa saja.” (Injil – Markus 13: 32).

CONTOH JAWAPAN: 

Seperti yang sudah dijelaskan tentang keterbasan inkarnasi Yesus. (rujuk balik KONSEP TRITUNGGAL).

Markus 13:32

Tetapi tentang hari atau saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di surga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa saja.

Tidak ditulis di sana AKU TIDAK TAHU, melainkan ANAK PUN TIDAK karena ada perbezaan fungsi dan jabatan.

Hanya waktunya “hari itu” sajalah yang tidak pasti, karena terkunci di dalam rencana Bapa, sedemikian rupa sehingga sekalipun Anak, dalam batas-batas penjadian daging yang Ia terima dengan sukarela, tidak ikut memiliki rahsia itu. Penggunaan ungkapan

“Anak” tanpa kata-kata lain ini menentang pandangan, bahawa Yesus tidak memungkin memandang diri-Nya sendiri sebagai Anak Allah yang khas. Sebagai manusia, Yesus tidak tahu tentang “hari itu” namun sebagai Allah tentu saja Ia mengetahuinya, dan ungkapan di atas hanya sekadar menekankan bahawa “hari itu” tak diduga-duga. Ungkapan ini termasuk bahagian dari eskatologi Alkitab yang memerlukan pembahasan tersendiri.

Bahasan lanjut :

Matius 24:36 atau Markus 13:32, tidak menulis “Aku tidak tahu”, tetapi “Anak ‘tidak tahu’ “.

Cuba bandingkan variasi penulisan antara “Aku” dengan “Anak”.

Yohanes 10:30,

“Aku dan Bapa adalah satu.” “EGO KAI HO PATER HEN ESMEN”

Markus 13:32,

Tetapi tentang hari atau saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di surga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa saja.

peri de tês hêmeras ekeinês kai tês hôras oudeis oiden oude hoi aggeloi hoi en ouran?oude ho huios ei m?ho patêr

Matius 24:36,

Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di surge tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa sendiri.

peri de tes hêmeras ekeinês kai tês hôras oudeis oiden oude hoi aggeloi ton ouranôn ei m?ho patêr mou monos

Sekadar ilustrasi, saat Megawati masih menjadi Presiden RI…

Ketua Umum PRS Datuk Sri Anuar Ibrahim tidak dapat memberhentikan Menteri Kewangan, tetapi Perdana Menteri dapat, nah, apakah Datuk Sri Abdullah Badawi tidak dapat memberhentikan Menteri Luar Negeri? Datuk Sri Abdullah Badawi sebagai ketua Politik tidak berwenang memecat Menteri Luar Negeri. Tetapi Datuk Sri Abdullah Badawi adalah Presiden, yang boleh memecat Menteri Luar Negeri. Apakah disimpulkan Datuk Sri Abdullah Badawi tidak dapat memecat Menteri Luar Negeri?

Yesus sebagai manusia, ‘Anak’, tidak berwenang mengetahui hari Kiamat. Tetapi Yesus adalah Allah, yang Maha Tahu. Apakah disimpulkan Yesus sebagai Allah tidak tahu hari kiamat?

Yesus tidak mengucapkannya dengan “Aku tidak tahu” tetapi mengucapkannya dengan “Anak tidak tahu”. Iaitu anak sebagai manusia kekurangan dan hanya sebagai saksi bagi Bapa.

Matius 24:36 dan Markus 13:32, menekankan bahwa ‘tidak ada manusia yang tahu akan hari itu’, Anak-pun tidak, artinya Yesus sebagai manusia yang sedang mengucapkan hal itu tidak mempunyai wewenang untuk tahu hari itu. Maka ayat diatas mempunyai penekanan bahawa “hari itu benar-benar misteri/ tak diduga-duga”

Tetapi apakah sebagai Allah, Yesus tidak tahu? Tentu saja Ia Maha Tahu. Ia tahu kapan Ia disalib, Ia tahu siapa yang akan mengkianatinya, Ia tahu pikiran jahat orang-orang Farisi yang hendak menyerangnya, Ia tahu perasaan perempuan yang kedapatan berzinah dan hendak dirajam, Ia tahu kualitas iman perempuan Kanaan yang disebutNya ‘kunarion’. Ia mengucapkannya sebab Ia tahu bagaimana iman perempuan ini. Ia tahu sejarah perempuan Samaria yang sedang bercakap-cakap dengan-Nya, Ia Tahu kebiasaan ritual orang Samaria dan seterusnya. Ada banyak bukti yang membuktikan Ia tahu, sebab Ia adalah Allah.

 Yesus—Dia Tidak Mengenal Musim? :

(c) “Dan dari jauh ia melihat pohon ara yang sudah berdaun. Ia mendekatinya untuk melihat kalau-kalau ia mendapat apa-apa dari pohon itu. Tetapi waktu ia tiba di situ, ia tidak mendapat apa-apa selain daun-daun saja; sebab memang bukan musim buah Ara.”

(Injil – Markus 11: 13).

CONTOH JAWAPAN:

Markus 11:13

“Dan dari jauh Ia melihat pohon ara yang sudah berdaun. Ia mendekatinya untuk melihat kalau-kalau Ia mendapat apa-apa pada pohon itu. Tetapi waktu Ia tiba di situ, Ia tidak mendapat apa-apa selain daun-daun saja, sebab memang bukan musim buah ara.”

Kisah Yesus mengutuk pohon ara ini terdapat dalam Matius 21:18-22, Markus 11:12-14, 20-26. Tindakan Yesus ini menimbulkan kritikan, atas dua dasar: pertama, perbuatan Yesus yang tidak masuk akal, Iaitu mencari buah ara pada musim Paskah; kedua, perbuatan semacam itu yang dihubungkan dengan kelaparan-Nya sendiri tidak mungkin dan sekaligus juga tidak layak bagi-Nya. 

Pengkritik modern mengatakan, suatu perumpamaan seperti perumpamaan tentang pohon ara yang tidak berbuah dalam Lukas 13:6-9, telah muncul kembali dalam bentuk kejadian. Mengenai keberatan pertama dari kedua keberatan itu, dapat dikemukakan bahawa pohon ara di Palestin memberi hasil panen pertama, yang terdiri dari buah-buah yang belum masak, seperti tunas-tunas hijau, yang muncul sebelum daun-daunnya. Tunas-tunas ini dikenal sebagai ‘taksh’, dan menjadi makanan umum bagi para ‘fellahin’ atau petani-petani. Pohon ara tidak diharapkan mempunyai buah yang matang pada waktu itu sebab belum musimnya, namun pohon itu seharusnya sudah mempunyai beberapa buah yang kecil yang sudah dapat dimakan. Tidak adanya tunas-tunas itu membuktikan dengan jelas, bahawa pohon itu mandul.

Mengenai keberatan kedua, dapat dicatat bahawa inilah satu-satunya mujizat Yesus yang menghukum, yang kerana belas kasih-Nya terhadap manusia dilakukan atas sasaran yang tidak berjiwa untuk mengajarkan suatu pelajaran kesusilaan.

Pohon ara adalah lambang bangsa Yahudi, yang berlimpah-limpah dalam daun-daun pekerjaan keagamaan, tapi mandul dalam buah-buah kebenaran. Pengutukan pohon itu menubuatkan nasib para pembesar Yahudi, yang saat itu siap untuk menolak Mesias mereka. Israel Memang diumpamakan dengan pohon ara, dapat dibandingkan dengan ayat berikut ini:

Hosea 9:10

Seperti buah-buah anggur di padang gurun Aku mendapati Israel dahulu; seperti buah sulung sebagai hasil pertama pohon ara Aku melihat nenek moyangmu. Tetapi mereka itu telah pergi kepada Baal-Peor dan telah membaktikan diri kepada dewa keaiban, sehingga mereka menjadi kejijikan sama seperti apa yang mereka cintai itu.

Artikel terkait:

http://www.kabar-baik.net tajuk : Apakah Yesus tega mengutuk buah ara?

 

 

 

November 21, 2008 - Posted by | PORTAL KRISTOLOGI |

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: