KULIAH IMAN 2

Just another WordPress.com weblog

MESIAS ITU YESUS?

 

<!–[if !vml]–><!–[endif]–> <!–[if !vml]–><!–[endif]–>

<!–[endif]–>

MESSIAH

 

Terjemahan “Kristus” :

Messiah adalah kata yang umum dalam bahasa Ibrani. Diterjemahkan ke dalam bahasa

Yunani menjadi “Cristos” yang di dalam bahasa Inggris baku berarti pengurapan! Di

mana saja kata “pengurapan” muncul dalam terjemahan Injil berbahasa Inggris (versi

apapun) kata tersebut dalam bahasa aslinya (Ibrani) adalah “Messiah”!

Berikut ini beberapa contoh:

(a) “Akulah Allah yang di Betel itu, dimana engkau mengurapi (messiah) tugu….” (Tugu

Kristus) (Injil-Kejadian 31: ’13).

(b) “Musa mengambil minyak urapan (messiah), lalu diurapinya (messiah) kemah

suci…..” (Minyak Kristus! dan Kemah Suci Kristus!) (Injil – Imamat 8: 10).

(c) “…Ia memberi kekuatan kepada raja yang diangkat-Nya dan meninggikan tanduk

kekuatan orang yang diurapi–Nya (messiah)….” (Tanduk Kristus!) (Injil – 1 Samuel 2:

10).

(d) “Kuberikan tempatmu dekat Kerub yang berjaga (diurapi -messiah)….” (Kerub

Kristus!) (Injil-Yehezkiel 28: 14).

(e) “…. Inilah Firman-Ku kepada orang yang Ku-urapi (messiah), kepada Koresy …..”

(Koresy Kristus) (Injil -Yesaya 45: 1). Bahkan Tuhan menyebut seorang raja pagan

sebagai messiah-Nya!

 

JAWAB :

 

“Mesias”, Ibrani “MASYIAKH”, Aram “MESIHA”, Arab “MASIH” ertinya “yang

diurapi”. Isa Al-Masih menunjukkan bahawa Isa itu “Yang Diurapi” dalam urutan nabi-nabi

dalam agama samawi lainnya, hanya Isa yang mempunyai gelar “Al-Masih”. Saya

membandingkan kata “MASYIAKH” dengan Al-Masih kerana berasal dari rumpun

bahasa yang sama.

 

Sebagai Anak Allah, Yesus Kristus adalah “Mesias” (Ibrani: MASYIAKH, “yang

diurapi”)

Matius 16:16

Maka jawab Simon Petrus: ‘Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!’

APOKRITHEIS DE SIMON PETROS EIPEN SU EI HO KHRISTOS HO HUIOS TOU

THEOU TOU ZONTOS

 

Sebenarnya manusia dapat saja mengenal dengan pengertian mengetahui keberadaan

Allah, namun sulit bagi manusia untuk “memahami” Allah.

Kata “Mesias” untuk manusia (lain)?

 

Mari kita kaji :

 

Yesaya 45:1

LAI : Beginilah firman TUHAN: “Inilah firman-Ku kepada orang yang Kuurapi, kepada

Koresh yang tangan kanannya Kupegang supaya Aku menundukkan bangsa-bangsa di

depannya dan melucuti raja-raja, supaya Aku membuka pintu-pintu di depannya dan

supaya pintu-pintu gerbang tidak tinggal tertutup:

KJV :Thus saith the LORD to his anointed, to Cyrus, whose right hand I have holden, to

subdue nations before him; and I will loose the loins of kings, to open before him the two

leaved gates; and the gates shall not be shut;

TR : KO-AMAR ADONAI LIMSHIKHO LEKHORESH ASHER-HEKHEZAKTI

VIMINO LERAD-LEFANAV GOYIM UMATNEI MELAKHIM AFATEAKH

LIFTOAKH LEFANAV DELATAYIM USHEARIM LO YISAGERU

 

Mazmur 2:2

LAI : Raja-raja dunia bersiap-siap dan para pembesar bermufakat bersama-sama

melawan TUHAN dan yang diurapi-Nya

KJV :The kings of the earth set themselves, and the rulers take counsel together, against

the LORD, and against his anointed, saying,

TR : YITYATSVU MALKHEI-ERETS VEROZNIM NOSDU-YAKHAD ALYEHOVA

VEAL-MESHIKHO

 

Yang Kuurapi adalah dasar dari gelar Mesias; tapi penggunaannya dalam PL adalah

umum, terutama bagi raja-raja yang diurapi oleh Allah (misalnya Saul dalam 1 Samuel

24:6-7). Disini ditekankan bahwa Koresh diangkat dan diperlengkapi untuk tugas yang

agung dan mengalahkan raja-raja.

 

Apalagi dalam ayat diatas pengunaan kata urapan diatas tidak menggunakan kata

“Masyiakh” sebagai suatu gelar, tetapi menggunakan kata “LIMSHIKHO” (yes 45:1) dan

“MESHIKHO” (Maz 2:2) yang menunjukkan pribadi yang diurapiNya. Pada konteks

ayat-ayat tersebut urapan itu diberikan kepada orang-orang yang dipilih Allah untuk

diurapiNya.

 

Sedangkan Gelar Mesias bagi Yesus dijelaskan sebagai berikut :

Nama “Kristus” adalah persamaan “Mesias” dalam bahasa Yunani, sehingga nama Yesus

Kristus sungguh bererti “Yesus Sang Mesias”, atau “Yesus yang Diurapi”. Mereka

mengajarkan kebenaran ini dengan keyakinan dan kekuatan bahawa tidak hanya orang

Yahudi tetapi, kemudian, orang-orang di seluruh dunia, percaya kepada Yesus, sebagai

Kristus dan juga sebagai Tuhan dan Penyelamat semua orang.

Nubuat-nubuat dalam Perjanjian Lama mengenai Mesias secara unik tergenapi dalam diri

Yesus Kristus. Ada ratusan nubuat mengenai hal ini, sehingga kemungkinan bahawa

nubuat tersebut digenapi secara kebetulan pada satu orang biasa sangatlah bertentangan

dengan hukum probabilitas.

 

Beberapa dari nubuat tersebut sangatlah sulit digenapi, seolah-olah tidak dapat dipenuhi

oleh seorang pun yang hidup setelah abad pertama Masehi. Sebagai contoh, Yakub

mengatakan, dalam Keluaran 49:10, “Tongkat kerajaan tidak akan beranjak dari Yehuda,

ataupun lambang pemerintahan dari antara kakinya, sampai Shiloh datang.” Nama

“Shiloh” adalah gelar untuk Mesias, dan nubuat menyatakan bahawa suku Yehuda akan

tetap menjadi pemimpin bangsa di Israel, secara khusus menghasilkan raja-raja mereka,

sampai Mesias datang. Nubuat sudah digenapi sebelum kehancuran Yehuda dan

Yerusalem pada tahun 70 Masehi, ketika semua tongkat kerajaan telah meninggalkan

Yehuda.

 

Janji juga diberikan kepada Raja Daud bahawa Mesias akan datang sebagai salah satu

keturunannya, sebagai Raja abadi, seperti dikatakan Tuhan, “Dialah yang akan

mendirikan rumah bagi nama-Ku dan aku akan mengukuhkan tahta kerajaannya untuk

selama-lamanya” (II Samuel 7:13). Yesaya mengatakan, “Suatu tunas akan keluar dari

tunggul Isai (yaitu ayah Daud), dan taruk yang akan tumbuh dari pangkalnya akan

berbuah” (Yesaya 11:1). Ini adalah nama yang lain lagi untuk Mesias, dan menunjukkan

bahawa, bahkan setelah pohon keluarga Isai terputus, masih ada satu cabang (taruk) yang

tumbuh dari tunggulnya. Ternyata cabang terakhir yang muncul dari salasilah ini akhirnya

terbukti merupakan Mesias terjanji!

 

Ini digenapi secara unik dalam diri Yesus. Ayah angkatnya, Yusuf, adalah keturunan

Daud melalui Salomo dan dengan itu mempunyai hak atas tahta (Matius 1:1-16). Ibunya,

Maria, juga keturunan Daud melalui Nathan, seperti dijelaskan dalam salasilah dalam

Lukas 3:23-31.

 

Andai saja salasilah Yesus tidak memenuhi kriteria itu tentu saja semua catatan salasilah

akan segera dihancurkan setelahnya. Tetapi kenyataannya tidak demikian, salasilah itu

memberikan bukti bahawa nubuat-nubuat itu tergenapi.

Nubuat yang lebih menusuk terdapat dalam Daniel 9:24-27. Dalam ayat itu Daniel

menyatakan secara eksplisit bahawa Mesias akan datang 69 “sabat” (iaitu, 69 tahun sabat –

atau total 483 tahun) setelah dekrit yang diberikan untuk membangun kembali

Yerusalem, yang saat itu tinggal reruntuhan setelah Nebukadnezar, raja Babilonia,

menghancurkannya.

 

Dekrit semacam itu diberikan kemudian oleh kaisar Persia. Walaupun tanggal yang pasti

dari dekrit itu tidak diketahui dengan jelas, tanggal terakhir dari nubuat pasti suatu waktu

dalam abad pertama Masehi. Sesungguhnya, hal itu pasti terjadi sebelum penghancuran

kota dan Bait Allah oleh Romawi pada tahun 70 Masehi, sebab nubuat mengatakan

secara eksplisit: “Setelah keenam puluh dua kali tujuh masa itu akan disingkirkan seorang

Mesias, padahal tidak ada salahnya apa-apa; maka datanglah rakyat seorang raja

memusnahkan kota dan tempat kudus itu” (Daniel 9:26). Bukan saja Mesias pasti datang

sebelum pemusnahan kota ini, tetapi juga disebutkan bahawa Dia “disingkirkan”, ditolak

atau dibunuh, sebelum pemusnahan itu.

 

Sangat jelas bahawa tidak ada orang lain selain Yesus yang dapat menggenapi semua

nubuat itu. Nubuat-nubuat tersebut jelas tidak memungkinkan Mesias di masa

mendatang, kecuali bahawa harapan itu akan dipenuhi pada kedatangan kembali Kristus.

Dan kemudian, tentu saja, masih ada ratusan nubuat yang lain, semuanya tergenapi dalam

diri Yesus Kristus: kelahiran-Nya dari seorang perawan (Yesaya 7:14); kelahiran-Nya di

Betlehem (Mikha 5:2); kematian-Nya yang dikorbankan (Yesaya 53:5); penyaliban-Nya

(Mazmur 22:14-18); kebangkitan badan-Nya (Mazmur 16:10); dan banyak lainnya.

Semua itu bersatu dalam kesaksian mereka bahawa “Yesus adalah Kristus, Putra Allah”

(Yohanes 20:31).

 

Kemungkinan bahawa ratusan ramalan yang begitu rinci, masing-masing saling tidak

berhubungan, dapat tergenapi secara bersamaan dalam diri satu orang, sangat tidak

mungkin terjadi, terutama dari pandangan mukjizat alami yang menyertai banyak di

antaranya (iaitu, kelahiran dari seorang perawan, kebangkitan, dll.). Tidak ada

kesimpulan yang rasional yang mungkin kecuali bahwa Yesus adalah semua yang

dikatakan-Nya – Mesias, Penebus, Tuhan dan Allah.

 

<!–[if !vml]–>

November 21, 2008 - Posted by | PORTAL KRISTOLOGI |

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: