KULIAH IMAN 2

Just another WordPress.com weblog

Yesus berbicara menggunakan perumpamaan untuk menipu orang yang belum dikenali?

Yesus berbicara menggunakan perumpamaan untuk menipu orang yang belum dikenali?

“… segala sesuatu disampaikan dalam perumpamaan, supaya: Sekalipun mereka melihat, mereka tidak menangkap; sekalipun mendengar, mereka tidak mengarti; supaya mereka jangan berbalik dan mendapat ampun.” (Injil – Markus 4: 11-12).

CONTOH JAWAPAN:

Kita banyak mengenal pengajaran dan karya-karya sastera dengan gaya bahasa metafora, Anafora, Epifora, gaya bahasa kiasan/simile dan sejenisnya, dalam kazanah bahasa Indonesia dan Malaysia kita mengenal “pantun dan Gurindam”, orang berpantun untuk mengungkapkan perasaannya dengan penggambaran. Misalnya:

“Bagai pungguk merindukan bulan”

“Kerana nila setitik, rosak susu sebelanga”

Demikian juga apabila kita belajar Falsafah, pasti kita akan menemukan banyak istilah “penggambaran”, simbol-simbol dimana hal-hal tersebut akan mengajar kita memahami apakah/erti/konteks/kautan/justifikasi kebijaksanaan itu, dan sebagainya. Gaya-gaya bahasa demikian harus difahami secara tersirat.

Dalam pengajaran agama-agama lain juga kita akan banyak menjumpai banyak istilah alegoris, contohnya saja di dalam Agama Islam ada pernyataan “Surga di telapak kaki ibu”, tentu saja pemahaman istilah ini bukanlah harfiah, melainkan ada makna di dalamnya.

Demikian juga kita jumpai dalam kepercayaan-kepercayaan lain misalnya dalam

Bagawatgita/Bhagavadgita menjadi sumber permenungan tentang keharmonian ditulis dengan bahasa yang sangat indah dan tidak selalu “straight to the point” dalam menggambarkan sesuatu pengajaran. Mahabharata, adalah refleksi bahawa kebaikan akan menang melawan kejahatan; dan wayang adalah bayangan dari realiti yang ada.

PERUMPAMAAN DAN ALKITAB

Demikian juga di dalam Alkitab. Kebanyakan pernyataan-pernyataan Alkitab dibuat sedemikian rupa bukan untuk mengajarkan sejarah saja atau perintah-perintah dan seterusnya. Tetapi Alkitab banyak sekali mengajar dengan bahasa yang bermakna Alegoris, gaya bahasa metafora, perumpamaan-perumpamaan dan sebagainya. Misalnya di dalam buku Amsal (erti dari kata Amsal adalah perumpamaan), ini adalah pengajaran moral, tetapi tujuan yang sebenarnya adalah untuk mengerti erti-erti rohani-nya. Disana kita akan menemukan pernyataan Injil didalamnya, dan kita akan sepenuhnya mengerti apa yang sedang Tuhan ajarkan disitu, dan makna rohaninya yang berhubungan dengan Injil Yesus Kristus.

Di Matius 13:34-35 kita baca:

Semuanya itu disampaikan Yesus kepada orang banyak dalam perumpamaan, dan tanpa perumpamaan suatupun tidak disampaikan-Nya kepada mereka, supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi: “Aku mau membuka mulut-Ku mengatakan perumpamaan, Aku mau mengucapkan hal yang tersembunyi sejak dunia dijadikan. Ini adalah sejajar dengan yang kita baca di Mazmur 78:2, Aku mau membuka mulut mengatakan amsal [perumpamaan], aku mau mengucapkan teka-teki dari zaman purbakala.

Dan di Markus 4:11-12 kita baca lagi:

Jawab-Nya: “Kepadamu telah diberikan rahsia Kerajaan Allah, tetapi kepada orang-orang luar segala sesuatu disampaikan dalam perumpamaan, supaya: Sekalipun melihat, mereka tidak menanggap, sekalipun mendengar, mereka tidak mengarti, supaya mereka jangan berbalik dan mendapat ampun.

Kitab-kitab seperti 1 Raja-raja, 2 Raja-raja, 1 Tawarikh dan 2 Tawarikh mempunyai banyak pernyataan-pernyataan sejarah dimana didalamnya juga ada pengartian moral dan rohani. Dari waktu ke waktu kita boleh melihat Injil di dalamnya. Salah satu hambatannya untuk menemukan pernyataan-pernyataan Injil di dalamnya adalah kemampuan kita yang terbatas, tetapi ingatlah bahwa kuasa Kristus ada di dalam setiap halaman-halaman Alkitab. Sehingga bagi setiap orang yang rindu akan kebenaranNya dengan membaca Alkitab, Kebenaran itu akan dibukakan.

Maka tuduhan bahawa Yesus berbicara menggunakan perumpamaan untuk menipu orang yang belum dikenal adalah tidak benar dan tidak berasas. Sekiranya meluangkan sedikit masa untuk menyelidiki Alkitab dengan IKHLAS, mereka dengan mudah akan dapat melihat bahawa pengikut-pengikut dan murid-murid Yesus mempunyai peluang bertanya tentang erti perumpamaan itu jika dibandingkan dengan “orang-orang luar?yang tidak berpeluang seperti mereka. Ini dapat dilihat dalam ayat sebelumnya.

Markus 4:10

Ketika Ia sendirian, pengikut-pengikut-Nya dan kedua belas murid itu menanyakan Dia tentang perumpamaan itu. Adakah dengan ini rahsia kerajaan Allah tidak akan sampai kepada “orang-orang luar?

Sudah tentu tidak. Selepas rahsia kerajaan Allah dinyatakan kepada mereka, Yesus memerintahkan: “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Kerana itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” (Matius 28:18-20)

Walau bagaimanapun seperti yang telah ditekankan di atas, setiap orang yang rindu akan kebenaranNya, Kebenaran itu akan dibukakan.

Sebagai Perbandingan:

Quran. 2:26

Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu. Adapun orang-orang yang beriman, maka mereka yakin bahawa perumpamaan itu benar dari Rabb mereka,tetapi mereka yang kafir mengatakan:”Apakah maksud Allah menjadikan ini untuk perumpamaan?”. Dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan oleh Allah, dan dengan perumpamaan itu (pula) banyak orang yang diberinya petunjuk. Dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik…

Nampaknya “ Ahmed Deedat” lebih banyak membaca Alkitab daripada Al-Quran sehingga dia terlupa bahawa ayat yang hampir serupa dapat juga ditemui dalam kitab yang dipercayainya.

 

 

November 21, 2008 - Posted by | PORTAL KRISTOLOGI |

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: