KULIAH IMAN 2

Just another WordPress.com weblog

Yesus melakukan mukjizat, menghalau setan bukan dengan kuasanya?

Yesus melakukan mukjizat, menghalau setan bukan dengan kuasanya?

(a) “… Aku mengusir setan dengan kuasa Allah  …. ” (Injil – Lukas 11: 20).

 Lukas 11:20

Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu. Pengakuan Yesus bahawa Dia mengusir setan dengan kuasa Allah bukanlah bererti bahawa Dia bukan Tuhan. Dilakukannya mujizat-mujizat tidaklah automatic/semulajadi membawa orang kepada kepercayaan. Farisi beranggapan bahawa mereka bisa menghilangkan arti pengusiran roh jahat yang dilakukan oleh Yesus, dengan mengatakan bahawa itu berasal dari Iblis, dan kerana itu mereka menuntut daripada-Nya tanda surgawi yang lebih nyata. Yesus menjawab bahawa suatu kerajaan atau rumah tangga yang terbagi-bagi melawan dirinya sendiri, akan segera runtuh. Sebab itu adalah tidak mungkin untuk menyarankan bahawa Iblis, alias Beelzebul, sedang memperkembangkan perang saudara di dalam kerajaannya sendiri. Lagi pula alasan itu dapat juga dengan cara yang sama dibalikkan terhadap lawan-lawan Yesus sendiri, sebab pengikut-pengikut mereka sendiri melakukan juga pengusiran roh jahat. Sebenarnya pengusiran roh jahat adalah tindakan kuasa ilahi dan tanda tertentu bahawa masa penyelamatan oleh Allah telah datang. Seseorang yang lebih kuat dari Iblis merampas senjata-senjatanya dan membebaskan tawanannya. Dalam  keadaan ini menolak memihak kepada Yesus bukanlah menempatkan diri dalam kedudukan netral (tidak berpihak), tapi adalah menggabungkan diri kepada pihak lawan.

 (b) “… Lalu Yesus menengadah ke atas(ke arah sorga) dan berkata, “Bapa, Aku mengucap syukur kepada-Mu, ka-rena Engkau telah mendengarkan Aku. Aku tahu, bahwa Engkau selalu mendengarkan Aku, tetapi oleh karena orang banyak yang berdiri di sini mengelilingi Aku, Aku mengatakannya (dengan keras), supaya mereka percaya, bahwa Engkau-lah yang telah mengutus Aku. Dan sesudah berkata demikian, berserulah

Ia dengan suara keras, “Lazarus, marilah keluar!” Orang yang telah mati itu datang keluar…. ” (Injil -Yohanes 1l: 41-44′) Jadi siapa yang memberikan kehidupan kembali kepada Lazarus? Jawabannya adalah “Tuhan!” Karena Tuhan mendengar permohonan Yesus,”selalu!”.

Contoh Jawapan:

Yohanes 11:41-43

Maka mereka mengangkat batu itu. Lalu Yesus menengadah ke atas dan berkata: ‘Bapa, Aku mengucap syukur kepada-Mu, karena Engkau telah mendengarkan Aku. Aku tahu, bahawa Engkau selalu mendengarkan Aku, tetapi oleh kerana orang banyak yang berdiri di sini mengelilingi Aku, Aku mengatakannya, supaya mereka percaya, bahawa Engkaulah yang telah mengutus Aku.’ Dan sesudah berkata demikian, berserulah Ia dengan suara keras: ‘Lazarus, marilah ke luar!’

Pengakuan Yesus bahawa Dia berdoa kepada Bapa-Nya bukanlah bererti bahawa Dia bukan Tuhan. Cerita mujizat ini agak singkat dan ditandai oleh kesederhanaan. Pengulangan kesedihan Yesus, penolakan Maria terhadap permintaan agar kuburan itu dibuka, peringatan Yesus kepadanya bahawa ia akan melihat kemuliaan Allah, ikutsertanya orang dalam pemindahan batu itu, doa Yesus, perintah-Nya kepada orang mati itu dan arahan yang sederhana melepaskan dia dan membiarkannya pergi: seluruh perincian ini mengandungi nada kebenaran. Doa Yesus menekankan iman dan pembenaran-Nya tentang misi-Nya.

Misi Yesus dinyatakan olehnya sendiri melalui doa di Taman Getsemani, harus juga diketahui bahawa Yesus adalah Tuhan dalam Roh 100% dan tubuh dan jiwanya saja yang manusia.(sila rujuk perbincangan ALKITAB-TRITUNGGAL, TRINITI.)

Sekarang Dengarkan Kesaksian Petrus:

(c) “Hai orang-orang Israel (bangsa Yahudi), dengarkanlah perkataan ini: Yesus dari Nazareth, seorang yang telah ditentukan Allah (maksudnya sebagal Nabi) dan yang dinyatakan kepadamu dengan segala kekuatan dan mu’jizat dan tanda-tanda yang dilakukan oleh Allah dengan perantaraan dia di tengah-tengah kamu, seperti yang kamu tahu.” (Injil -Kisah Para Rasul 2: 22).

CONTOH JAWAPAN:

Kisah Para Rasul 2:22

Hai orang-orang Israel, dengarlah perkataan ini: Yang aku maksudkan, ialah Yesus dari Nazaret, seorang yang telah ditentukan Allah dan yang dinyatakan kepadamu dengan kekuatan-kekuatan dan mujizat-mujizat dan tanda-tanda yang dilakukan oleh Allah dengan perantaraan Dia di tengah-tengah kamu, seperti yang kamu tahu. Sudah dijelaskan bahawa Yesus memiliki dua sifat iaitu manusiawi dan ketuhanan.

Pengakuan Petrus di atas adalah benar bahawa Yesus adalah seorang manusia yang telah ditentukan untuk datang ke dunia untuk menyatakan karya Allah kepada seluruh umat manusia dengan kekuatan-kekuatan  dan mujizat-mujizat. Walau bagaimanapun, pengakuan Petrus tersebut tidak berarti dia menafikan Ketuhanan Yesus Kristus.

Sekiranya “Deedat” tidak mempunyai masalah untuk menerima kesaksian Petrus ini, sudah tentu dia juga tidak mempunyai masalah untuk menerima kesaksian Petrus yang lain.

a) Petrus menyatakan bahawa Yesus Kristus adalah anak Allah yang Hidup Matius 16:16-17—Maka jawab Simon Petrus: “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!” Kata Yesus kepadanya: “Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga.

b) Petrus menyebut Yesus sebagai Allah dan Juruselamat

2 Petrus 1:1 Dari Simon Petrus, hamba dan rasul Yesus Kristus, kepada mereka yang bersama-sama dengan kami memperoleh iman oleh kerana keadilan Allah dan Juruselamat kita, Yesus Kristus.

Petrus memanggil Yesus Kristus sebagai Allah adalah tidak lain dan tidak bukan kerana dia juga hadir semasa Thomas memanggil Yesus sebagai Allah.

Yohanes 20:26-28

26. lapan hari kemudian murid-murid Yesus berada kembali dalam rumah itu dan Thomas bersama-sama dengan mereka. Sementara pintu-pintu terkunci, Yesus datang dan Ia berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: “Damai sejahtera bagi kamu!”

27 Kemudian Ia berkata kepada Thomas: “Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, hulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah.”

28 Thomas menjawab Dia: “Ya Tuhanku dan Allahku!”

29 Kata Yesus kepadanya: “Kerana engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.”

Sememangnya mukjizat dan kuasa adalah kuasa Tuhan dan untuk menidakkanNya Yesus dikira bercanggah dengan Misi-Nya, Tuhan membangkitkan Yesus termasuk tubuh manusianya sekali untuk diterima sebagai penebus dan juga Tuhan kerana kekudusannya. Kesukaran memahami misi ini bukanlah semudahnya menidakkan kebenaran Alkitab yang jauh unik daripada kitab-kitab agama yang lain.

Artikel terkait:

http://www.pemudakristen.com –Bukti Yesus dari segi kuasa, saksi mata Injil, bukti Yesus Tuhan.

 

 

 

 

November 21, 2008 - Posted by | PORTAL KRISTOLOGI | ,

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: