KULIAH IMAN 2

Just another WordPress.com weblog

Apakah Yesaya berjalan telanjang?

Yesaya berjalan telanjang?

(d) “Berfirmanlah Tuhan: ‘”Seperti hambamu Yesaya berjalan telanjang dan tidak berkasut tiga tahun lamanya  ?

tua dan muda, telanjang dan tidak berkasut dengan pantatnya kelihatan, suatu penghinaan bagi Mesir.” (Yesaya 20: 3-4). KUTIPAN: Ahmed Deedat(Combat Cit Against The Thumpers).

CONTOH JAWAPAN:

Kitab Yesaya sebahagian besar adalah tentang NUBUAT, sehingga untuk menafsirkannya tidak boleh mengutip satu-dua ayat untuk dijadikan dasar penyerangan terhadap Alkitab. Kerana didalamnya-pun kita jumpai banyak sekali makna-makna alegoris. Dengan demikian harus dibaca keseluruhannya dan memahami kejadian dan latar belakang dituliskannya pasal-pasal tersebut.

Kitab Yesaya pasal 13 sampai dengan 23 berisi nubuat tentang nasib yang akan menimpa bangsa-bangsa. Nasib bangsa-bangsa itu berada di bawah kuasa Allah. Allah-lah yang membangkitkan Asyur untuk menjadi alat penghakiman terhadap Israel, kemudian membangkitkan Babel sebagai alat penghakiman terhadap Yehuda. Oleh kemurahan Allah, umat Allah tidak dipunahkan/dikecewakan, penghakiman-Nya itu dimaksudkan untuk memurnikan mereka, dengan itu, suatu janji keselamatan diberikan kepada mereka.

Tetapi Asyur dan Babel yang dibangkitkan Allah untuk menjadi alat penghakiman-Nya juga akan dihukum Tuhan, kerana mereka telah bersikap congkak dan melebihi batas. Nasib bangsa-bangsa lain yang terkait juga dinubuatkan. Semua ini menegaskan kedaulatan Allah atas sejarah (tema yang juga ditegaskan dalam kitab Daniel). Pada masa Yesaya, Asyur adalah kekuatan yang paling berkuasa, dan menguasai banyak kerajaan lain. Asyur dipakai Tuhan sebagai alat untuk menghukum Israel, tetapi ia sendiri akan dihukum. Walaupun Babel berada di bawah kekuasaan Asyur selama masa hidup Yesaya, orang Kasdim di bawah pimpinan Merodakh-Baladan memperoleh kekuasaan di Babel selama tahun 721-710 SM dan secara singkat pada 703 SM. Walaupun Babel pada masa Yesaya sulit untuk dapat disebut sebagai “keindahan yang permai di antara kerajaan-kerajaan,?

namun oleh inspirasi Roh Kudus Yesaya dapat mengenali raksasa yang sedang tidur ini*. Babel akan menjadi kekuatan besar yang menyapu kerajaan-kerajaan, termasuk dipakai sebagai alat penghukuman terhadap Yehuda. Ironinya di sini Yesaya meramalkan kehancuran Babel oleh sekutunya, kerajaan Media (13:17-22).

Kerajaan Media dan Persia di bawah Koresy Agung merebut Babel pada tahun 539 SM. Demikian juga nasib bangsa-bangsa lain, dimana beberapa di antaranya, seperti Mesir yang pernah diharapkan oleh Yehuda untuk menolong mereka, pada dirinya hancur dan dipermalukan. Hal ini menegaskan betapa bodohnya umat Allah yang berpaling dari Tuhan untuk berharap kepada bangsa yang sendirinya tidak berdaya menolong dirinya sendiri.

*cth bagi jawapan nubuat

Selanjutnya Kitab Yesaya Pasal 24 sampai dengan 27 berisi nubuat tentang akhir zaman. Penghukuman-Nya ketika dijatuhkan adalah sangat mengerikan. Semua kota akan menjadi reruntuhan. Ini merupakan gambaran mengenai kehancuran akhir. Namun Allah tidak hanya menghukum bangsa-bangsa, Ia juga menyelamatkannya (25:6-9), dimana Dia akan meniadakan kematian dan perkabungan. Allah juga akan menyingkirkan cela Israel dan pada waktu itu orang-orang Israel akan mengakui Dia sebagai Allah mereka (25:8-9).

Allah telah menyediakan sebuah kota yang kuat bagi mereka, kematian yang menguasai kota itu pada waktu yang lalu akan berlalu, tubuh mereka akan dibangkitkan (26:19). Mereka yang sedang menghadapi ancaman bangsa lain akibat hukuman Tuhan hanya perlu bersabar menunggu sampai kemarahan Tuhan berlalu, maka keselamatan mereka pun akan tiba. Hukuman yang dijatuhkan atas Israel adalah cara-Nya menghapuskan kesalahan mereka (27:7-9).

Sekarang kita kembali kepada tuduhan Deedat. Kenapa Deedat tidak mengutip ayat 2?

Yesaya 20:2

pada waktu itu berfirmanlah TUHAN melalui Yesaya bin Amos. Firman-Nya: “Pergilah dan bukalah kain kabung dari pinggangmu dan tanggalkanlah kasut dari kakimu,” lalu diapun berbuat demikian, maka berjalanlah ia telanjang dan tidak berkasut.

Dalam buku Keil & Delitzsch , Commentary on the Old Testament, perkataan “telanjang?

tidak selalu bermaksud telanjang sepenuhnya. Ia selalu juga dipakai untuk maksud orang yang hanya menanggalkan pakaian luar seperti jubah atau kain kabung.

Ungkapan “berjalan telanjang dan tidak berkasut? muncul lagi dalam kitab Mikha.

Mikha 1:8

1:8 Kerana inilah aku hendak berkeluh kesah dan meratap, hendak berjalan dengan tidak berkasut dan telanjang, hendak melolong seperti serigala dan meraung seperti burung unta:

1:9 sebab lukanya tidak dapat sembuh, sudah menjalar ke Yehuda, sudah sampai ke pintu

gerbang bangsaku, ke Yerusalem! Penghakiman tidak akan berhenti di Samaria, tetapi akan menjalar ke Yehuda. Mikha menunjukkan hal ini dengan berkata bahawa dia akan pergi meratap seperti orang tawanan, sebagai permulaan semua kedukaan yang akan menimpa Yehuda. Jadi, tujuan Mikha bukan sahaja mahu menunjukkan ratapannya di muka umum tentang hampirnya kecelakaan ke atas Yehuda, tetapi juga sebagai permulaan secara simbolik nasib yang akan menanti orang-orang Yehuda sendiri.

November 25, 2008 - Posted by | ALKITAB-NABI PORNO, INCEST, BERHALA |

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: