KULIAH IMAN 2

Just another WordPress.com weblog

Nabi Daud tidur dengan perawan?

Nabi Daud tidur dengan perawan?

2 Samuel 11:4, “Sesudah itu Daud menyuruh orang mengambil dia. Perempuan itu datang kepadanya, lalu Daud tidur dengan dia . Perempuan itu baru selesai membersihkan diri dari kenajisannya. Kemudian pulanglah perempuan itu ke rumahnya.”

CONTOH JAWAPAN:

Alkitab tidak menyelindungi kesalahan seseorang, biarpun ia seorang nabi sekalipun. Meskipun kisah Daud tidak ditulis lengkap di dalam Al-Qur’an, namun kisah di atas diceritakan oleh penulis Islam dengan beragam versi. Bandingkan tulisan dalam buku

“Menyingkap Kisah 25 Nabi/Rasul lewat Al-Qur’an” oleh Maftuh Ahnan berikut ini:

“Pada masa nabi Daud diutus, seorang laki-laki tidak dibatasi dalam memiliki isteri, orang laki-laki satu boleh mempunyai isteri dua, tiga, empat, dan seterusnya. Tidak ada larangan dalam syari’at kitab Zabur. Nabi Daud sendiri mempunyai isteri sembilan puluh Sembilan jumlahnya. Pada suatu ketika Daud diliputi kelupaan/kelalaian. Ada salah seorang yang mempunyai isteri cuma satu, oleh nabi Daud isteri orang tersebut mau dimintanya. Suami dari isteri tadi berkata kepada nabi Daud: Bagaimana kamu ini, isteriku hanya satu, kamu minta sekali, padahal isterimu sudah sembilan puluh sembilan? Nabi Daud menjawab:

Untuk menggenapi sehingga menjadi seratus jumlahnya.”

Dalam tulisan lain “Buku Pintar Agama Islam” diceritakan bahawa Nabi Daud tertarik kepada Sabid binti Sya’ik — entah berasal dari mana nama ini — istri Orie bin Hannan.

Raja Daud pun segera menikahinya, sebab sudah cukup lama Orie bin Hannan tidak mendengar khabar beritanya. Apakah masih hidup atau sudah mati. Sesungguhnya Orie bin Hannan masih hidup. Hal ini diketahui dari kedatangan malaikat yang menyamar sebagai manusia dan menegur nabi Daud, bahawa ia telah merebut isteri orang.

Dua tulisan dengan dua versi berbeza. Apakah tulisan penulis Muslim di atas tidak menyatakan bahawa Daud berzina? Bandingkan ayat Al-Qur’an di bawah ini:

Quran. 38:23

“Sesungguhnya saudaraku ini mempunyai sembilan puluh sembilan ekor kambing betina dan aku mempunyai seekor saja. Maka dia berkata: ‘Serahkanlah kambingmu itu kepadaku dan dia mengalahkan aku dalam perdebatan’. Daud berkata: ‘Sesungguhnya dia telah berbuat zalim kepadamu dengan meminta kambingmu itu untuk ditambahkan kepada kambingnya. Dan sesungguhnya kebanyakan dari orang-orang yang berserikat itu sebahagian mereka berbuat zalim kepada sebahagian yang lain, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh; dan amat sedikitlah mereka ini’. Dan Daud mengetahui bahawa Kami mengujinya; maka ia meminta ampun kepada Tuhannya lalu menyungkur sujud dan bertaubat.”

Dosa apakah yang diperbuat oleh Daud sehingga ia meminta ampun kepada Tuhan?

Bandingkan pula ayat Al-Qur’an di atas dengan ayat Alkitab di bawah ini:

2 Samuel 12:1-7

12:1 TUHAN mengutus Natan kepada Daud. Ia datang kepada Daud dan berkata kepadanya: “Ada dua orang dalam suatu kota: yang seorang kaya, yang lain miskin.

12:2 Si kaya mempunyai sangat banyak kambing domba dan lembu sapi;

12:3 si miskin tidak mempunyai apa-apa, selain dari seekor anak domba betina yang kecil, yang dibeli dan dipeliharanya. Anak domba itu menjadi besar padanya bersama-sama dengan anak-anaknya, makan dari suapnya dan minum dari pialanya dan tidur di pangkuannya, seperti seorang anak perempuan baginya.

12:4 Pada suatu waktu orang kaya itu mendapat tamu; dan ia merasa sayang mengambil seekor dari kambing dombanya atau lembunya untuk memasaknya bagi pengembara yang datang kepadanya itu. Jadi ia mengambil anak domba betina kepunyaan si miskin itu, dan memasaknya bagi orang yang datang kepadanya itu.”

12:5 Lalu Daud menjadi sangat marah disebabkan orang itu dan ia berkata kepada Natan:

“Demi TUHAN yang hidup: orang yang melakukan itu harus dihukum mati.

12:6 Dan anak domba betina itu harus dibayar gantinya empat kali lipat, kerana ia telah melakukan hal itu dan oleh kerana ia tidak kenal belas kasihan.”

12:7 Kemudian berkatalah Natan kepada Daud: “Engkaulah orang itu! Beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Akulah yang mengurapi engkau menjadi raja atas Israel dan Akulah yang melepaskan engkau dari tangan Saul.

Kisah yang ditulis dalam 2 Samuel 11:1-24:25 mencatat kegagalan rohani yang serius dari Daud dan hukuman Allah atasnya untuk seumur hidupnya.

Kisah dosa-dosa dan aneka tragedi yang menyusul dalam kehidupan pribadi dan keluarga Daud menjadi suatu peringatan dan contoh yang serius untuk setiap orang percaya Perjanjian Baru, bukan hanya untuk bangsa Israel. Mengenai aneka peristiwa yang mirip pada masa keluaran, Roh Kudus melalui Paulus menekankan, “Semuanya ini telah menimpa mereka sebagai contoh dan dituliskan untuk menjadi peringatan bagi kita yang hidup pada waktu, di mana zaman akhir telah tiba” (1 Kor 10:11); kerana itulah maka kita harus berhati-hati supaya tidak menginginkan hal-hal jahat, bertindak mesum, dan mencubai Tuhan.

Pengalaman Daud menunjukkan bagaimana seorang dapat jatuh apabila dia berbalik dari Allah dan pimpinan Roh Kudus. Ketika Allah mula-mula memanggilnya untuk menjadiraja, Daud menjadi orang yang berkenan di hati  Allah; akan tetapi dengan membunuh Uria dan mengambil isterinya, Daud telah menghina Allah dan Firman-Nya.

Sekalipun Daud bertaubat dari dosa-dosanya dan menerima pengampunan Allah, Allah tidak meniadakan akibat dosanya. Demikian pula, seorang percaya mungkin melakukan dosa-dosa yang hebat, dan kemudian melalui dukacita menurut kehendak Allah dan pertobatan yang sungguh-sungguh menerima kasih karunia dan pengampunan Allah.

Sekalipun demikian, pulihnya hubungan seorang dengan Allah tidaklah bermaksud bahawa orang itu akan terlepas dari hukuman jasmani atau dibebaskan dari dampak-dampak dosa tertentu.

Allah tidak memaafkan dan mengampuni dosa-dosa Daud dengan alasan bahawa Daud itu manusia biasa, bahawa dosa-dosanya hanyalah sekedar kelemahan atau kegagalan manusiawi, atau bahawa dapatlah dimaklumi sebagai raja ia boleh mengambil jalan kejahatan dan kekejaman. Peristiwa-peristiwa yang tercatat menunjukkan bahawa Daud tidak perlu melakukan semuanya itu. Bahkan dengan penebusan perjanjian yang lama yang belum sempurna, orang seperti nabi Samuel menunjukkan suatu kesetiaan dan iman yang tekun kepada Allah dengan kasih karunia yang tersedia bagi mereka.

Penulis kitab ini dengan jelas menyalahkan dan bukan memaafkan semua pelanggaran besar Daud. Reaksi yang benar terhadap dosa ialah bertaubat dengan sungguh-sungguh, menghampiri Allah untuk menerima pengampunan, kasih karunia, dan kemurahan-Nya, serta bersedia menerima hukuman Allah tanpa dendam atau pemberontakan. Daud menyedari dan mengakui dosa-dosanya yang hebat, mengarahkan kembali hatinya kepada Allah dan menerima teguran Allah dengan kerendahan hati.

November 25, 2008 - Posted by | ALKITAB-NABI PORNO, INCEST, BERHALA |

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: