KULIAH IMAN 2

Just another WordPress.com weblog

Peristiwa keldai boleh berkata-kata dalam Alkitab?

Peristiwa keldai boleh berkata-kata dalam alkitab?

Peristiwanya dengan keledai yang boleh berkata-kata  akibat kuasa Tuhan melalui malaikat yang menampakkan diri. Peristiwa ini merupakan peristiwa kiasan / nubuat dan menjadi peringatan bagi orang yang jalannya menuju kebinasaan. Bileam mengakui Aku telah berdosa, kerana aku tidak mengetahui bahawa engkau ini berdiri di jalan menentang aku.

Ayat 35: Maksud ilahi dapat dilihat disini, bahawa Tuhan memperkenankan Bileam pergi bersama pemuka-pemuka Balak, tetapi dia hanya boleh berkata-kata kepada Israel sesuai yang difirmankan Tuhan.

Sebagai perbandingan:

1. QS 27 : 18 – 19 : Semut berbicara

Hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut: “Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyedari”; maka dia tersenyum dengan tertawa kerana (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdo’a: “Ya Rabbku, berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapaku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh”.

2. QS 27 : 21 – 28 : Burung berbicara

Sungguh aku benar-benar akan mengazabnya dengan keras, atau benar-benar menyembelihnya kecuali jika benar-benar dia datang kepadaku dengan alasan yang terang”

Dalam Alkitab ada banyak sekali kisah adi-kodrati yang diluar akal manusia , contoh ayat diatas dan juga pada kisah-kisah lain: Misalnya Daud melawan Goliat hanya dengan “batu? kisahnya ditulis dalam 1 Samuel 17:1-58 dan dengan batu tersebut, Daud mengalahkan Goliat oleh pertolongan Tuhan yang ajaib, yang mengarahkan dengan tepat batu itu ke dahi Goliat, bahagian yang tidak terlindungi oleh pakaian perang Goliat, batu itu terbenam ke dalam kepala dan mengenai otak Goliat sehingga membuat Goliat mati. Juga kisah-kisah heroik lainnya contoh runtuhnya tembok Yeriko, kemenangan-kemenangan Israel melawan Amalek yang dimenangkan ketika Musa mengangkat tangannya, dan sebagainya.

Laut merah terbelah, tongkat menjadi ular dan lain-lain, bukankah kisah ini juga diimani dalam kepercayaan agama samawi lainnya? Bisakah diterima akal?

Kitab Wahyu ditulis dengan bahasa-bahasa kias , maka ungkapan diatas tidak boleh diertikan secara harfiah. Untuk menafsirkannya perlu pemahaman latar belakang tentang Eskatologi.

Binatang berkepala tujuh ertinya : KEPALA = KERAJAAN, BAHAGIAN-BAHAGIAN

KERAJAAN

Rujukan ayat-ayat yang lain :

Daniel 7: 6: “Lagipula binatang itu berkepala empat, dan kepadanya diberikan kekuasaan.”

Wahyu 12: 3: “Seekor naga merah padam yang besar, berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh.”

Wahyu 13: 1: “Lalu saya melihat seekor binatang keluar dari dalam laut, bertanduk sepuluh dan berkepala tujuh.”

Wahyu 17: 3: “Dan aku melihat seorang perempuan duduk di atas Seekor binatang yang merah ungu…. Mempunyai tujuh kepala dan sepuluh tanduk.”

Wahyu 17: 9, 10 “Ketujuh kepala itu adalah tujuh gunung, yang di atasnya perempuan itu duduk, ketujuhnya adalah juga tujuh raja (kerajaan).”

Dalam kisah ini kita diajar bahawa Kesetiaan Tuhan  dan perjanjian akan membawa keberhasilan. Percaya kepada kekuatan asing dan bangsa yang menyembah berhala akan membawa kehancuran.

November 25, 2008 - Posted by | PORTAL ESKATOLOGI |

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: