KULIAH IMAN 2

Just another WordPress.com weblog

Perzinahan Antara Mertua dan Menantu Perempuannya

Perzinahan Antara Mertua dan Menantu Perempuannya :

(c) “Ketika Yehuda melihat dia (Tamar, menantu perempuannya), disangka dia seorang perempuan sundal, kerana ia menutupi mukanya.

Lalu berpalinglah Yehuda mendapatkan perempuan di tepi jalan itu serta berkata:

“Marilah, berapa bayaranmu, ” (ia tidak tahu bahawa perempuan itu menantunya).

Perempuan itu bertanya, “Apakah yang akan kau berikan kepadaku?” (untuk berhubungan seks dengan saya) Jawabnya: “Aku akan mengirimkan kepadamu seekor anak kambing dari anak kambing dombaku.” Perempuan itu berkata: “Asal engkau memberikan tanggungannya, sampai engkau mengirimkannya kepada-ku. ” “… Lalu dlberikannyalah semua itu kepadanya, lalu ia berhubungan seks dengannya, dan maka perempuan itu mengandung” (Injil – Kejadian 38: 15-18)

Dikutip dari Good News Bible:

Dari hubungan zinah antara ayah dan menantunya ini, lahirlah anak kembar yang kemudian menjadi nenek moyang Yesus Kristus. Lihat Matius 1: 3, “Yehuda memperanakkan Peres dan Zerah dari Tamar .. ”

CONTOH JAWAPAN:

Baca kisah selengkapnya dalam Kejadian 38.

Kejadian 38:1-30 Yehuda dan Tamar

38:1. Pada waktu itu Yehuda meninggalkan saudara-saudaranya dan menumpang

pada seorang Adulam, yang namanya Hira.

38:2 Di situ Yehuda melihat anak perempuan seorang Kanaan; nama orang itu ialah

Syua. Lalu Yehuda kawin dengan perempuan itu dan menghampirinya.

38:3 Perempuan itu mengandung, lalu melahirkan seorang anak laki-laki dan

Menamai anak itu Er.

38:4 Sesudah itu perempuan itu mengandung lagi, lalu melahirkan seorang anak

laki-laki dan menamai anak itu Onan.

38:5 Kemudian perempuan itu melahirkan seorang anak laki-laki sekali lagi, dan

menamai anak itu Syela. Yehuda sedang berada di Kezib, ketika anak itu

dilahirkan.

38:6 Sesudah itu Yehuda mengambil bagi Er, anak sulungnya, seorang isteri, yang

bernama Tamar.

Pemisahan Yehuda lebih lanjut menggambarkan tidak adanya kesatuan dalam keluarga Yakub. Hal ini tentunya terjadi segera sesudah Yusuf dijual, sebab selama waktu hingga hijrahnya Yakub ke Mesir, yang kira-kira lebih dari 20 tahun, Yehuda telah menikah dan mempunyai beberapa anak lelaki, dan mereka juga menikah. Pasal 38 ini meliputi waktu hingga Kejadian 42:1. Yehuda turun dari Hebron di pegunungan ke tanah orang Filistin yang berbukit-bukit. Gerak ini turun, juga secara kiasan, dilihat dari ukuran perjanjian, sebab hasilnya ialah bersaudara dengan orang Kanaan Hira dan kawin dengan orang Kanaan Syua.

38:7 Tetapi Er, anak sulung Yehuda itu, adalah jahat di mata TUHAN, maka TUHAN

membunuh dia.

Dalam kematian mendadak dari anak sulungnya ini Yehuda diperhadapkan dengan kemerosotan keturunannya yang cepat, yang disebabkan persekutuannya yang terlalu erat dengan orang-orang Kanaan.

38:8 Lalu berkatalah Yehuda kepada Onan: “Hampirilah isteri kakakmu itu, kahwinlah dengan dia sebagai ganti kakakmu dan bangkitkanlah keturunan bagi kakakmu.”

Perkahwinan levirat demikian itu dilaksanakan secara luas (bandingkan bangsa Het dan kod hukum Asyur Tengahan, dan bandingan ‘pagodanghon’ dalam masyarakat Batak) dan kemudian diatur bagi Israel oleh Musa (Ulangan 25:5 dan ayat berikutnya). Anak sulung yang dilahirkan dari perkahwinan baru ini dihitung sebagai ahli waris saudara yang telah mati, untuk menyambung kelangsungan namanya. Onan menginginkan bahagian warisan anak sulung itu untuk namanya sendiri.

38:9 Tetapi Onan tahu, bahawa bukan ia yang empunya keturunannya nanti, sebab itu setiap kali ia menghampiri isteri kakaknya itu, ia membiarkan maninya terbuang, supaya ia jangan memberi keturunan kepada kakaknya.

38:10 Tetapi yang dilakukannya itu adalah jahat di mata TUHAN, maka TUHAN membunuh dia juga.

38:11 Lalu berkatalah Yehuda kepada Tamar, menantunya itu: “Tinggallah sebagai janda di rumah ayahmu, sampai anakku Syela itu besar,” sebab pikirnya: “Jangan-jangan ia mati seperti kedua kakaknya itu.” Maka pergilah Tamar dan tinggal di rumah ayahnya.

Dalam penolakan Onan yang hina untuk menunaikan tugasnya terhadap iparnya itu dan dalam penghakiman Allah, Yehuda menerima peringatan akan dosanya terhadap saudaranya Yusuf. Tapi ia juga bersepakat jahat terhadap hak Tamar dan nama Er.

38:12. Setelah beberapa lama matilah anak Syua, isteri Yehuda. Habis berkabung pergilah Yehuda ke Timna, kepada orang-orang yang menggunting bulu domba-dombanya, bersama dengan Hira, sahabatnya, orang Adulam itu.

38:13 Ketika dikhabarkan kepada Tamar: “Bapa mertuamu sedang di jalan ke Timna untukmenggunting bulu domba-dombanya,”

38:14 maka ditanggalkannyalah pakaian kejandaannya, ia bertelekung dan berselubung, lalu pergi duduk di pintu masuk ke Enaim yang di jalan ke Timna, kerana dilihatnya, bahawa Syela telah menjadi besar, dan dia tidak diberikan juga kepada Syela itu untuk menjadi isterinya.

38:15 Ketika Yehuda melihat dia, disangkanyalah dia seorang perempuan sundal, kerana ia menutupi mukanya.

38:16 Lalu berpalinglah Yehuda mendapatkan perempuan yang di pinggir jalan itu serta berkata: “Marilah, aku mau menghampiri engkau,” sebab ia tidak tahu, bahawa perempuan itu menantunya. Tanya perempuan itu: “Apakah yang akan kauberikan kepadaku, jika engkau menghampiri aku?”

38:17 Jawabnya: “Aku akan mengirimkan kepadamu seekor anak kambing dari kambing dombaku.” Kata perempuan itu: “Asal engkau memberikan tanggungannya, sampai engkau mengirimkannya kepadaku.”

Akhirnya Tamar tahu juga hal itu dan merencanakan untuk mendapat kepuasan dari Yehuda, yang sekarang adalah seorang duda. Hal ini memang memiliki dasar yang sah, sebab di beberapa daerah bapa seorang yang mati boleh mengambil janda anaknya.

38:18 Tanyanya: “Apakah tanggungan yang harus kuberikan kepadamu?” Jawab perempuan itu: “Cap meteraimu serta kalungmu dan tongkat yang ada di tanganmu itu.”

Lalu diberikannyalah semuanya itu kepadanya, maka ia menghampirinya. Perempuan itu mengandung dari padanya.

“Cap meterai” (Ibrani: KH?T?M); sebuah meterai panjang bulat yang dikalungkan dengan sebuah tali di leher, suatu tanda pengenal pribadi. “Tongkat” (Ibrani: MATEH); ini kadang-kadang berfungsi sebagai lambang dalam hal jual-beli.

38:19 Bangunlah perempuan itu, lalu pergi, ditanggalkannya telekungnya dan dikenakannya pula pakaian kejandaannya.

38:20 Adapun Yehuda, ia mengirimkan anak kambing itu dengan perantaraan sahabatnya, orang Adulam itu, untuk mengambil kembali tanggungannya dari tangan perempuan itu, tetapi perempuan itu tidak dijumpainya lagi.

38:21 Ia bertanya-tanya di tempat tinggal perempuan itu: “Di manakah perempuan jalang, yang duduk tadinya di pinggir jalan di Enaim itu?” Jawab mereka: “Tidak ada di sini perempuan jalang.”

“Perempuan jalang”. Dalam bahasa Asli ditulis dengan istilah “QED?SY?H”, “pelacur kuil”, seorang yang mempersembahkan seluruh hidupnya bagi pelayanan keagamaan, yang dipakai bagi Tamar, mencerminkan kerusakan yang tidak terduga dari peradaban Kanaan. Padahal keluarga perjanjian itu dijajakan terhadap peradaban demikian itu kerana perbuatan-perbuatan seperti dilakukan Yehuda itu. Dalam kultus kesuburan orang-orang Kanaan, orang-orang lelaki dan perempuan disendirikan bagi imoralitas seksual sebagai fungsi-fungsi suci (seperti tampak dalam arti akar kata “QED?SY?H”).

38:22 Kembalilah ia kepada Yehuda dan berkata: “Tidak ada kujumpai dia; dan juga orang-orang di tempat itu berkata: Tidak ada perempuan jalang di sini.”

38:23 Lalu berkatalah Yehuda: “Biarlah barang-barang itu dipegangnya, supaya kita jangan menjadi buah olok-olok orang; sungguhlah anak kambing itu telah kukirimkan, tetapi engkau tidak menjumpai perempuan itu.”

38:24. Sesudah kira-kira tiga bulan dikhabarkanlah kepada Yehuda: “Tamar, menantumu, bersundal, bahkan telah mengandung dari persundalannya itu.” Lalu kata Yehuda:

“Bawalah perempuan itu, supaya dibakar.”

Dengan mengutus Tamar kembali ke rumah bapanya, Yehuda bermaksud membebaskan diri daripadanya. Tapi sekarang ia sebagai bapa leluhur meneguhkan hak pengadilannya, ketika ia melihat suatu jalan untuk bebas daripadanya yang sekaligus tampak sebagai adil juga. Menurut peraturan hukum Musa yang kemudian, pembakaran, iaitu penghukuman yang paling berat, diperuntukkan bagi kejadian-kejadian yang luar biasa, sedangkan pelontaran batu adalah hukuman yang diperuntukkan bagi kejadian yang terjadi pada Tamar, sebagai tunangan Syela.

38:25 Waktu dibawa, perempuan itu menyuruh orang kepada mertuanya mengatakan:

“Dari laki-laki yang empunya barang-barang inilah aku mengandung.” Juga dikatakannya: “Periksalah, siapa yang empunya cap meterai serta kalung dan tongkat ini?”

38:26 Yehuda memeriksa barang-barang itu, lalu berkata: “Bukan aku, tetapi perempuan itulah yang benar, kerana memang aku tidak memberikan dia kepada Syela, anakku.” Dan ia tidak bersetubuh lagi dengan perempuan itu.

Keduanya melakukan penipuan, tapi Tamar melakukan hal itu untuk mendapatkan kepastian atas hak-haknya yang sah, sedangkan Yehuda memutarbalikkan tugas-tugasnya yang sah sebagai bapa leluhur.

PELAJARAN YANG DIPETIK :

Pertama, kisah ini mengungkapkan standard-standard moral yang longgar masa itu yang sangat kontras dengan kemurnian Yusuf.

Kedua, peristiwa ini menunjukkan mengapa keluarga Israel (Yakub) harus meninggalkan Kanaan dan pergi ke Mesir. Jikalau Yakub tetap tinggal di antara orang Kanaan, keturunannya akan kehilangan identity mereka kerana kawin campur. Di Mesir keturunan Yakub dipencilkan dari orang Mesir dan oleh kerananya dapat menjadi umat terpisah yang hanya beribadah kepada Allah.

Ketiga, kisah ini melukiskan bahawa dosa semua orang, bahkan tokoh-tokoh terkemuka dalam rencana penebusan Allah, akan disingkapkan.

Terakhir, kisah ini menunjukkan bahawa kepemimpinan umat Allah diserahkan kepada orang yang murni moralnya. Yusuf setia kepada Allah dan hukum-hukum-Nya, sedangkan Yehuda gagal. Standard yang sama berlaku dalam Perjanjian Baru bagi mereka yang ditugaskan menjadi pemimpin rohani.

MENGAPA KISAH ITU DITULIS DALAM KITAB SUCI?

Kalau kita perhatikan dengan benar-benar isi Kitab Suci, memang isinya sering bercerita secara terus terang mengenai keadaan manusia, tidak dibuat-buat atau direkayasa dan dari keadaan manusiawi demikian itulah diberitakan Kebenaran Allah kepada umat manusia!

Alkitab adalah KITAB yang jujur; bahawa tidak ada manusia yang luput dari dosa. Nabi-nabi pun tidak terhindar dari dosa.Disini kita mempunyai perbezaan pandangan; dimana mereka (kaum muslim) selalu menganggap bahawa seorang tokoh Alkitab adalah manusia sempurna/ tidak tersentuh dosa; sedangkan dalam pengertian Kristian “tidak ada manusia yang luput dari dosa”.

Hanya Yesus yang tidak pernah berbuat dosa ; disini kita melihat betapa pentingnya Yesus datang ke dunia; supaya manusia diselamatkan; terbebas dari kutuk dosa dan beroleh hidup yang kekal.

Alkitab tidak pernah membenarkan Perzinahan!

APA HUKUMAN BAGI TAMAR SEBAGAI PELAKU DOSA PERZINAHAN

TERSEBUT?

Kejadian tersebut bukanlah kesalahan Tamar seorang, tetapi Alkitab dengan jelas menuliskan bahawa Yehuda turut andil dalam dosa perzinahan tersebut. Kisah ini ditulis oleh Alkitab sebagai pembelajaran moral, bandingkan dengan pasal selanjutnya iaitu pasal 39 yang menceritakan penolakan Yusuf untuk berbuat zinah dengan isteri Potifar.

Tokoh Yehuda dan Yusuf diceritakan dalam pasal yang berurutan dengan tujuan mengkontraskan kejahatan Yehuda dengan kebaikan / kesalehan Yusuf, yang justeru menolak perzinahan (Kejadian 39).

Hukuman atas dosa tersebut secara tidak langsung tentu ada: bukankah keturunan Israel (yang termasuk juga keturunan Yehuda-Perez ini) mengalami kesusahan hidup di Mesir.

Dan kemudian lahirlah keturunan Lewi (salah satu anak dari Israel) yang menjadi pembebasnya iaitu MUSA. Pencatatan kisah Kelahiran Peres dari Yehuda-Tamar ini penting, kerana Peres ini akhirnya menurunkan KRISTUS (bandingkan Matius 1:3 dan Lukas 3:33).

Diceritakannya skandal Yehuda-Tamar dalam Alkitab menunjukkan:

a) Alkitab tidak diedit / diubah oleh para ahli Taurat, seperti yang dituduhkan oleh orang-orang agama lain! Kalau memang Kitab Suci diedit, maka pastilah bahagian yang menceritakan tindakan memalukan dari nenek moyang mereka ini (juga pembunuhan dan rompakan oleh Simeon dan Lewi dalam Kej 34, dan incest Ruben dengan Bilha dalam Kejadian 35:22) akan mereka hapuskan. Alkitab adalah Kitab yang jujur.

b) Dengan demikian terlihat bahawa Yehuda dipilih untuk menurunkan Kristus, bukan kerana ia baik tetapi semata-mata kerana kasih karunia Allah! Tidak ada satu orang pun yang tidak pernah berdosa, dan lahir dari keturunan orang-orang yang tidak pernah berdosa. Maka untuk itulah KRISTUS datang!!

November 25, 2008 - Posted by | ALKITAB-NABI PORNO, INCEST, BERHALA |

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: