KULIAH IMAN 2

Just another WordPress.com weblog

Yesus tidak pernah mendirikan gereja?

YESUS TIDAK PERNAH MENDIRIKAN GEREJA

A. LATAR BELAKANG

Sebelum Yesus naik ke surga, Ia memberikan perintah kepada para murid-Nya untuk pergi ke Yerusalem dan menunggu di sana sampai Roh Kudus dicurahkan ke atas mereka. Dengan kuasa yang diberikan Roh Kudus itu Yesus berjanji akan memperlengkapi murid-murid-Nya untuk menjadi saksi-saksi, bukan hanya di Yerusalem tapi juga di ke ujung-ujung bumi (Kis. 1:1-11). Janji itu digenapi oleh Kristus dan perintah itu ditaati oleh murid-murid-Nya.

B. PERMULAAN GEREJA

Kata “gereja” atau “jemaat” dalam bahasa Yunani adalah ekklesia; dari kata kaleo, artinya “aku memanggil/memerintahkan”. Secara umum ekklesia diartikan sebagai perkumpulan orang-orang. Tetapi dalam konteks Perjanjian Baru kata ini mengandung arti khusus, yaitu pertemuan orang-orang Kristen sebagai jemaat untuk menyembah kepada Kristus selainnya ialah sebagai tempat berkumpul, bersama-sama berlajar dan sebagai rumah tempat berdoa, Yesus sendiri mengatakan “Ada tertulis: Rumah-Ku akan disebut rumah doa”( Mat 21:13). Sememangnya sejak dari zaman perjanjian lama lagi, gereja sejak dahulu[PL] memang didirikan sebagai rumah ibadat, membedakan gereja dengan tempat berkumpul biasa seperti tempat berpesta pora dan sebagainya. Harus diimbas bahwa rujukan “gereja” zaman dahulu disebutkan sebagai rumah tuhan, Sinagogue, Bait Allah Kis.3:1-16, 11:22,   dalam perjanjian lama ayat Exo 34:26 “gereja” dirujuk sebagai “house of the LORD thy God”(KJV), “house of the Lord your God” (BBE, GW), “place of worship” (CEV), “house of Jehovah your God”(MKJV). Yesus sendiri mengajar di rumah Tuhan yang juga dirujuk sebagai rumah-rumah ibadat, juga sama maksud dengan Bait Allah “Demikianlah Yesus berkeliling ke semua kota dan desa; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil …” (Mat 9:35, Mar 1:39), Jawab Yesus kepadanya: “Aku berbicara terus terang kepada dunia: Aku selalu mengajar di rumah-rumah ibadat dan di Bait Allah,…” (Joh 18:20, Luk 4:35 dsb), Amanat Agung  yang diberikan Kristus sebelum kenaikan ke surga (Mat. 28:19-20) betul-betul dengan setia dijalankan oleh murid-murid-Nya. Sebagai hasilnya lahirlah gereja/jemaat baru baik di Yerusalem, Yudea, Samaria dan juga di perbagai tempat di dunia (ujung-ujung dunia). Kesimpulannya, Tuhan Yesus atau Mesias boleh saja disembah dimana-mana kerana ia Mahahadir, tapi kewujudan gereja bukanlah masalah dan gereja sememangnya penting sebagai membedakan tempat berkumpul dan beribadah atau seperti yang dikatakan oleh Rasul Paulus, “sebab kemuliaan TUHAN memenuhi rumah TUHAN.” (1Ki 8:11) kerana itu Yesus amat membenci orang yang mencemarkan gereja(Rumah Tuhan).  “Lalu Yesus masuk ke Bait Allah dan mengusir semua orang yang berjual beli(menjadikan gereja seperti sarang penyamun) di halaman Bait Allah.” (Mat 21:12).

YESUS DAN PENULISAN PERJANJIAN BARU

Pengertian/Definisi:

Kata Injil dalam bahasa Yunani adalah euanggelion, ertinya Kabar Baik. Kabar Baik tentang Yesus Kristus telah ditulis oleh keempat penulis Injil dan mereka mengakui bahawa Yesuslah Tuhan, Anak Allah dan Mesias yang dijanjikan dalam PL dan yang telah mengubah hidup mereka menjadi ciptaan baru.

Aplikasi:

Dinubuatkan bahawa TUHAN akan menurunkan perjanjian baru untuk memimpin umat Israel dan Yehuda(literal) disebabkan mereka telah melanggar hukum Taurat bukan dengan cara seperti TUHAN ajar kepada Musa cara menuntun umat Israel semasa dan selepas keluar dari Mesir(Jer 31:31-34, Heb 8:8-13). Kerana itu Ia[Yesus] adalah Pengantara dari suatu perjanjian yang baru, supaya mereka yang telah terpanggil dapat menerima bahagian kekal yang dijanjikan, sebab Ia telah mati untuk menebus pelanggaran-pelanggaran yang telah dilakukan selama perjanjian yang pertama (Heb 9:15).

Seterusnya perjanjian baru menegaskan bahawa Yesus bertindak sebagai:

Firman yang hidup (Yohanes 1:14), Anak Manusia(Mat. 9:6; 10:23; 11:19), Mesias (Kis 4:27; 10:38; Mrk. 9:41:14:61-62), Anak Allah(Mat. 4:3, 6; 16:16; Luk. 22:70);Yoh. 1:49, Tuhan(Mrk. 12:36- 37; Luk. 2:11; Mat. 7:22). Selain itu, Injil juga mengajarkan bahawa Yesus mempunyai jawatan sebagai” Nabi”(Ul. 18:15, Kis. 3:22), Sebagai Imam[menjadi Kurban Pendamaian antara manusia dengan Allah] (Ibr. 7:25; 9:24), Sebagai Raja[“kepala” jemaat] (Ef.1:22), Ia juga telah menang melawan kuasa si Jahat (1Kor. 15:24-28) sehingga Ia berkuasa atasnya selama-lamanya.  Perjanjian baru mengajarkan bahawa Yesus dinubuatkan untuk mengenapi perjanjian lama dan benar-benar terjadi, (Mikha 5:1, Yesaya 7:14, Yesaya 42:1, Yesaya 53:3…) Yesus Kristus memiliki dua sifat dalam diri-Nya, yaitu sebagai Allah sejati(Roh Allah 100%) dan sebagai Manusia sejati(Badan) yang tanpa dosa-sesuai dengan manusia yang memiliki Roh dan Badan, roh saya bukanlah roh Tuhan tetapi hanya hembusan nafasNya dan badan saya tidak mampu mengawal roh saya, maka jika roh saya lari atau dicabut akan menyebabkan saya meninggal.

November 25, 2008 - Posted by | PORTAL KRISTOLOGI |

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: