KULIAH IMAN 2

Just another WordPress.com weblog

TUHAN Bukanlah pembuat kekacauan ?

TUHAN Bukanlah pembuat kekacauan ?

(a) “Sebab Tuhan tidak menghendaki kekacauan, tetapi damai sejahtera.” (1 Korintus 14: 33).

Bertentangan dengan:

(a) “… Aku membuat kedamaian, dan membuat kejahatan ….” (Yesaya 45: 7)

(b) “Tetapi Roh Tuhan telah meninggalkan Saul, dan sekarang ia diganggu oleh roh jahat dari Tuhan” (1 Samuel 16: 14).

(c) “Dan itulah sebabnya Tuhan mendatangkan kesesatan atas mereka, yang menyebabkan mereka percaya akan dusta.” (2 Tesalonika 2: 11).

CONTOH JAWAPAN:

Keempat-empat ayat di atas berbeza konteksnya dan ruang lingkupnya.

1 Korintus 14:33, “Sebab Tuhan tidak menghendaki kekacauan, tetapi damai sejahtera.”

ou gar estin akatastasias ho theos all eirênês hôs en pasais tais ekklêsiais tôn hagiôn

1 Korintus 14:26-40 adalah tentang ibadah yang teratur. Kekacauan, Yunani akatastasia – akatastasia dari akastatoV-akastatos ertinya adalah tidak stabil, tidak tertib, tidak teratur, sama sekali tidak berhubungan dengan ketiga-tiga ayat yang dikutip oleh Deedat itu.

Dr Gill contohnya merujukkan Yesaya 45:7 dimana ayat kejahatan “evil” juga berasal daripada Dia; bukanlah kejahatan bermaksud dosa; ini tidak dijumpai pada sebarang ciptaan yang dibuat oleh Tuhan; ini adalah pada manusia, yang dihukum oleh Tuhan, dan merencanakan mereka untuk kebaikan: tapi kejahatan yang menyebabkan hukuman keatas dosa, cara pengadilan Tuhan yang utama, kelaparan, wabak, jahanam, dan pedang, atau perang, yang kemudiannya mungkin lebih banyak berlaku, sebagaimana bertentangan dengan keamanan. Albert Barnes pula mengatakan “baik dan jahat yang berada di luar kuasa manusia, berada di bawah kuasa Dia, dan dalam kawalanNya, berlawanan dengan keamanan dan kemewahan. Iaitu, pengadilan Tuhan secara terus, cubaan, bencana, kekecewaan ; Dia mempunyai kuasa untuk memecahkan harapan manusia kepada kegusaran,dan untuk menghukum dunia dengan perang; yang memimpin sesuatu keamanan. Petikan ini tidak memberi maksud bahawa Tuhan ialah pengarang bagi kejahatan moral, atau dosa, dan sentiment itu adalah menjijikkan bagi apa yang dikatakan dalam Alkitab, dan untuk semua hanya perlu melihat Tuhan sebagai Tuhan yang suci.

November 26, 2008 - Posted by | KONSEP KETUHANAN |

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: