KULIAH IMAN 2

Just another WordPress.com weblog

Tuhan Tidak Mencoba Manusia?

Tuhan Tidak Mencoba Manusia?

“Apabila seorang dicoba, janganlah ia berkata, ‘Percobaan ini datangnya dariAllah!’ Sebab Tuhan tidak dapat dicoba oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencoba siapa pun.” (Yakobus 1: 13).

Bertentangan dengan:

a)”Setelah semuanya itu Allah Mencoba Ibrahim … (Kejadian 22: 1).

b)Ayub…

CONTOH JAWAPAN:

Pengenalan kepada kata akar “mencoba” dari Strong Number:

G3985

πειράζω

peirazō

pi-rad’-zo

From G3984; to test (objectively), that is, endeavor, scrutinize, entice, discipline: – assay, examine, go about, prove, tempt (-er), try.

Daripada rujukan ini ia lebih merujuk kepada maksud mendisiplinkan, maka harus ada perbezaan antara mencobai dengan menguji. Menguji berhubungan dengan kualiti, tulen atau palsu, murni atau tidak, dan sebagainya sedangkan mencobai adalah tindakan sebaliknya, mengubah agar kualiti semula berubah. Contoh yang sederhana adalah pencobaan yang dilakukan oleh Iblis terhadap Yesus Kristus di padang gurun. Iblis tidak menguji bahawa Yesus Kristus itu Anak Tuhan atau tidak, tetapi ia mencobai agar Yesus Kristus jatuh, berubah statusnya dari taat kepada Tuhan menjadi taat kepada Iblis.

Kejadian 22:1, “Setelah semuanya itu Tuhan mencoba Sayidina Ibraham. Ia berfirman kepadanya: ‘Ibraham,’ lalu sahutnya: ‘Ya, Tuhan.'”

Kata yang diterjemahkan oleh Lembaga AlKitab Indonesia dengan mencoba adalah NÂSÂH yang jika ditinjau dari kontekstual bermaksud menguji. Jika kita baca kisah ini selanjutnya, nyata sekali bahawa Allah tidak mencobai Abraham, atau dengan perkataan lain Tuhan tidak berusaha membuat Abraham yang taat menjadi tidak taat, melainkan menguji apakah ketaatan Abraham dapat diandalkan.

Bahasa Ibrani termasuk bahasa yang miskin, kata NÂSÂH dapat pula bermakna mencobai dan untuk membezakan makna kontekstual, kita harus melihat kemungkinan yang akan terjadi. Jika kemungkinan yang muncul adalah kekudusan, maka kata itu bermakna menguji, sebaliknya jika kemungkinan itu adalah dosa, maka bermakna mencobai. Oleh itu, ayat-ayat yang disajikan di atas sama sekali tidak bertentangan. Tuhan menguji Abraham dengan maksud mengetahui apakah kualitinya tidak berubah, dan Tuhan tidak mencobai siapa pun dengan maksud agar orang itu jatuh ke dalam dosa.

Agar lebih jelas makna kata NÂSÂH, berikut tujuan penggunaannya, dapat dibandingkan dengan ayat ini:

Keluaran 16:4, “Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Musa: ‘Sesungguhnya Aku akan menurunkan dari langit hujan roti bagimu; maka bangsa itu akan keluar dan memungut tiap-tiap hari sebanyak yang perlu untuk sehari, supaya mereka Kucoba,

APAKAH MEREKA HIDUP MENURUT HUKUM-KU ATAU TIDAK.'”

Tuhan mungkin menguji kita supaya menguatkan iman kita, tetapi tidak pernah untuk menuntun kita ke dalam dosa, malahan tahu dimana kelemahan dan kekuatan kita. Tabiat Tuhan menunjukkan bahawa Dia tidak dapat menjadi sumber pencobaan untuk berbuat dosa.

November 26, 2008 - Posted by | KONSEP KETUHANAN |

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: