KULIAH IMAN 2

Just another WordPress.com weblog

Tuhan tidak pernah dilihat atau pernah?

Tuhan tidak pernah dilihat atau pernah?

(a) “Tak seorangpun pernah melihat Tuhan.” (Yohanes 1: 18)

(b) “Tuhan tidak pernah dilihat manusia, dan manusia memang tidak dapat melihat-Nya….” (1 Timotius 6: 16).

(c) “Dan Tuhan berfirman: Engkau tidak tahan memandang wajah-Ku, sebab tidak ada orang yang memandang Aku yang dapat hidup.” (Keluaran 33: 20).

Bertentangan dengan:

(a) “Dan Tuhan berbicara kepada Musa dengan berhadapan muka seperti seorang

berbicara kepada temannya.” (Keluaran 33: 11).

(b) “Lalu mereka (Musa, Harun dan 70 orang lainnya) melihat Tuhan Israel….” (Keluaran 24: 10).

“Yakub menamai tempat itu Pniel, sebab katanya: Aku telah melihat Tuhan berhadapan muka, tetapi nyawaku tertolong.” (Kejadian 32: 30).

CONTOH JAWAPAN:

Keluaran 33:11, “Dan TUHAN berbicara kepada Musa dengan berhadapan muka seperti seorang berbicara kepada temannya; kemudian kembalilah ia ke perkemahan. Tetapi abdinya, Yosua bin Nun, seorang yang masih muda, tidaklah meninggalkan kemah itu.”

VEDIBER {dan Dia berbicara} YEHOVÂH {baca: ‘adonay, TUHAN} ‘EL-MOSYEH

{kepada Musa} PÂNÏM {wajah} ‘EL-PÂNÏM {kepada wajah} KA’ASYER {seperti

yang} YEDABÊR {ia berbicara} ‘ÏSY {seseorang} ‘EL-R?ÊHU {kepada temannya}

VESYÂV {dan ia kembali} ‘EL-HAMAKHANEH {ke perkemahan itu} UMESYÂRTO

{dan yang melayaninya} YEHOSYUA’ {Yosua} BIN-NUN {anak Nun} NA’AR {orang

muda} LO’ {tidak} YÂMÏSY {ia akan berangkat} MITOKH {dari tengah-tengah}

H?OHEL {kemah itu}

PÂNÏM ‘EL-PÂNÏM atau wajah kepada wajah adalah ungkapan khas Ibrani yang

difahami jelas dengan kata-kata berikutnya KA’ASYER YEDABÊR ‘ÏSY ‘EL R?ÊHU, seperti seseorang berbicara kepada temannya. Itulah persekutuan yang tidak berhingga, di mana tidak ada sesuatu yang disembunyikan dan tidak ada sesuatu yang terselubung.

Bandingkan dengan ayat-ayat berikut ini:

Kejadian 32:30, “Yakub menamai tempat itu Pniel, sebab katanya: ‘Aku telah melihat Tuhan berhadapan muka, tetapi nyawaku tertolong!'”

VAYIQR? YA’AQOV SYÊM HAMÂQOM PEN?ÊL K?R?ÏT?’ELOHÏM PÂNÏM ‘ELPÂNÏM

VATINÂTSÊL NAFSY?

Keluaran 33:9, “Apabila Musa masuk ke dalam kemah itu, turunlah tiang awan dan berhenti di pintu kemah dan berbicaralah TUHAN dengan Musa di sana.”

VEHÂYÂH KEVO’ MOSYEH H?OHELÂH YÊRÊD ‘AMUD HE’ÂNÂN VE’ÂMAD

PETAKH H?OHEL VEDIBER ‘IM-MOSYEH

Bilangan 12:8, “‘Berhadap-hadapan Aku berbicara dengan dia, terus terang, bukan dengan teka-teki, dan ia memandang rupa TUHAN. Mengapakah kamu tidak takut mengatai hamba-Ku Musa?'”

PEH ‘EL-PEH ‘ADABER-BO UMAR’EH VELO’ VEKHÏDOT UTEMUNAT

YEHOVÂH YABÏT UMADUA’ LO’ YER?TEM LEDABÊR BE’AVD?VEMOSYEH

Ulangan 5:4, “TUHAN telah bicara dengan berhadapan muka dengan kamu di gunung dan di tengah-tengah api-“

PÂNÏM BEFÂNÏM DIBER YEHOVÂH ‘IMÂKHEM BÂHÂR MITOKH H?ÊSY

Ulangan 34:10, “Seperti Musa yang dikenal TUHAN dengan berhadapan muka, tidak ada lagi nabi yang bangkit di antara orang Israel,”

VELO’-QÂM NÂV? ‘OD BEYISR?ÊL KEMOSYEH ‘ASYER YED?O YEHOVÂH

PÂNÏM ‘EL-PÂNÏM

Oleh itu wajah Tuhan dalam Alkitab Ibrani adalah ungkapan khusus untuk kehadiran atau hadiran Tuhan. Melihat Tuhan hanya mungkin melalui penyingkapan diri-Nya sendiri. Kehadiran Tuhan tidak pernah merupakan perasaan belaka akan sesuatu yang menakutkan, melainkan selalu merupakan kehadiran suatu Tuhan yang dikenal, yang pribadi dan yang tersendiri.

Selanjutnya,

Keluaran 24:10, “Lalu mereka melihat Tuhan Israel; kaki-Nya berjejak pada sesuatu yang buatannya seperti lantai dari batu nilam dan yang terangnya seperti langit yang cerah.” 24:15 Maka Musa mendaki gunung dan awan itu menutupinya.

Ayat Keluaran ini tidak juga menunjukkan rupa bentuk Tuhan yang seratus peratusnya seperti rupa manusia, hanya “kaki-Nya sahaja”, dan “tidaklah diulurkan tanganNya”, keduanya juga tidak mampu menunjukkan wujudnya rupa Tuhan seratus peratus. Ini dikenali dengan istilah theofani, kehadiran kemuliaan Tuhan, penyataan secara kelihatan dan secara supra alamiah keagungan Tuhan yang tertinggi dan yang tiada taranya. Penampakan Tuhan atau theofani yang terjadi di era Perjanjian Lama senantiasa terjadi dalam bentuk manusiawi atau malaikat atau juga dalam wujud gejala-gejala kosmis. Dalam perjanjian lama TUHAN saat menampakkan diriNya mengambil perwujudan tertentu. Misalkan dalam Kel 3 : 11 dimana menampakkan dalam bentuk tiang awan atau Kej 32 : 30 dalam wujud manusia. Penampakan inilah yang dapat dilihat oleh manusia. Tetapi wujud Tuhan yang sesungguhnya dalam ROH tidak pernah dilihat manusia.

Sebagai perbandingan Al-Qur’an pun mencatat penampakan TUHAN dalam perwujudan kayu:

Quran Surah 28 : 30

Maka tatkala Musa sampai ke (tempat) api itu, DISERULAH DIA dari (arah) pinggir

lembah yang sebelah kanan(nya) pada tempat yang diberkahi, DARI SEBATANG

POHON KAYU, iaitu : “Ya Musa, sesungguhnya Aku adalah Allah, Tuhan semesta

Alam.

November 26, 2008 - Posted by | KONSEP KETUHANAN |

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: