KULIAH IMAN 2

Just another WordPress.com weblog

Wanita dalam Alkitab?

Wanita dalam Alkitab?

Dilarang berbicara di dalam gereja.

(a) “… Sebab tidak sopan bagi perempuan untuk berbicara dalam pertemuan jemaat.”

(1 Korintus 14: 34-35).

CONTOH JAWAPAN:

1 Korintus 14: 34-35

34 Sama seperti dalam semua Jemaat orang-orang kudus, perempuan-perempuan harus berdiam diri dalam pertemuan-pertemuan Jemaat. Sebab mereka tidak diperbolehkan untuk berbicara. Mereka harus menundukkan diri, seperti yang dikatakan juga oleh hukum Taurat.

35 Jika mereka ingin mengetahui sesuatu, baiklah mereka menanyakannya kepada suaminya di rumah. Sebab tidak sopan bagi perempuan untuk berbicara dalam pertemuan Jemaat.

Ayat diatas sepertinya berlawanan dengan apa yang tertulis pada 1 Korintus 11:5, 11 &12 dimana Paulus menekankan peranan penting kaum wanita dalam peribadatan. Seperti pada penjelasan saya diatas. Anjuran ”berdiam diri? ini berkaitan dengan apa yang terjadi pada 1 Timotius 2:11-15. Dimana terdapat masalah pada jemaat mula-mula ini, para wanitanya sangat rentan terhadap ajaran-ajaran sesat mengenai seksualiti dan perkawinan. Kerana condongnya kebudayaan masyarakat setempat dengan kebudayaan Yunani yang kurang menghargai tubuh (kesusilaan). Ajaran ini menyebar dari wanita kepada wanita dan seterusnya kepada anak-anak mereka.

Dalam pemahaman selanjutnya dapat kita ambil suatu pengajaran bahawa Paulus memandang penting peraturan pelayanan dalam ibadah Jemaat, supaya tertib dan teratur. Rupanya ada beberapa wanita di Jemaat Korintus, yang sudah menikah tapi tidak menjaga tata tartib persekutuan. Mereka dapat mempermalukan suaminya (=kepalanya).

Paulus menganjurkan supaya perempuan berdiam diri (tidak “banyak?bicara) dalam pertemuan-pertemuan Jemaat. Hal itu bukan bererti bahawa perempuan tidak boleh berperanan dalam pelayanan, melainkan diminta untuk mengikuti cara-cara yang telah ditetapkan bersama, jika berada dan mengambil bahagian dalam ibadah Jemaat. Baik lelaki mahupun perempuan diminta tertib dalam persekutuan dan melaksanakan pelayanan dengan baik dan benar.(tertib pelayanan bercanggah maksud dengan tidak dibenarkan/melayani). Cuba lihat apakah sebenarnya yang diutarakan pada ayat tersebut.

Maksud yang hendak disampaikan tidak kesampaian bermakna konteks ayat Deedat tidak lengkap melainkan maksud dengan harapan mengelirukan bagi memberikan keyakinan atau arguing terhadap penyataan beliau tanpa tidak langsung mengira pendapat sesudah pengutaraan-tipikal hanya kearah satu isolusi persendirian.

COMBAT KIT :

(b) “Untuk memotong tangan perempuan yang menolong suaminya.” (Ulangan 25:11-12). (*)

CONTOH JAWAPAN:

Ulangan 25:11-12 LARANGAN BERBUAT BIADAB

25:11 “Apabila dua orang berkelahi dan isteri yang seorang datang mendekat untuk menolong suaminya dari tangan orang yang memukulnya, dan perempuan itu mengulurkan tangannya dan menangkap kemaluan orang itu,

25:12 maka haruslah kaupotong tangan perempuan itu; janganlah engkau merasa sayang kepadanya.”

Meskipun cara hukuman ini lazim di daerah / negara-negara Timur Tengah.

Tetapi dalam Alkitab, hukum ini dipisahkan dari lex talionis (Ulangan 19:21). Beberapa penafsir berpendapat bahawa hukum ini adalah perluasan dari lex talionis tadi, yang dalam hal ini tidak dapat diterapkan secara harfiah. Meskipun tujuan isteri adalah untuk menyelamatkan suaminya dari bahaya adalah sesuatu hal yang mungkin baik, namun ada pembatasan jenis tindakan yang ia ambil demi suaminya.

COMBAT KIT :

(c) “Suami akan berkuasa atas isterinya.” (Kejadian 3: 16).

“Pemimpin seorang perempuan adalah seorang laki-laki.” (1 Korintus 11: 3). (*)

CONTOH JAWAPAN:

Ada beberapa jabatan pelayanan yang diatur dalam Alkitab yaitu nabi, rasul, pemberita injil (evangelis), gembala (pendeta) merangkap guru (Efesus 4:11). Kita perhatikan bahawa ada wanita yang menjadi nabi (Kisah Para Rasul 21:8-9), tidak menutup kemungkinan bahawa wanita pun dapat menjadi rasul, penginjil, dan bahkan gembala sidang (pendeta).

1 Korintus 11:3 ada tertulis :

Tetapi aku mahu, supaya kamu mengetahui hal ini, iaitu Kepala dari tiap-tiap laki-laki ialah Kristus, kepala dari perempuan ialah laki-laki dan Kepala dari Kristus ialah Allah. Yesus Kristus tidak lebih rendah atau lebih hina dari Bapa. Di dalam pandangan dasar Perjanjian Lama jelas bahawa wanita itu sama hakikinya dengan laki-laki (Kejadian 1:27; 2:18 ).

Sebagai perbandingan, perhatikan ayat Al-Quran di bawah ini :

Quran. 4:34

Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah

melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain(wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebahagian dari harta mereka. Sebab itu maka Wanita yang saleh, ialah yang ta’at kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh kerana Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khuatirkan nusyuznya, maka nasihatilah mereka dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka menta’atimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya.

Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.

Deedat mengkritik kitabnya sendiri? Dasar kurang kerja!

COMBAT KIT :

Seorang laki-laki dapat menjual anak perempuannya.” (Keluaran 21: 7). (*)

CONTOH JAWAPAN:

Keluaran 21: 1-11 TENTANG HAK BUDAK IBRANI

21:1 “Inilah peraturan-peraturan yang harus kaubawa ke depan mereka.

21:2 Apabila engkau membeli seorang budak Ibrani, maka haruslah ia bekerja padamu enam tahun lamanya, tetapi pada tahun yang ketujuh ia diizinkan keluar sebagai orang merdeka, dengan tidak membayar tebusan apa-apa.

21:3 Jika ia datang seorang diri saja, maka keluarpun ia seorang diri; jika ia mempunyai isteri, maka isterinya itu diizinkan keluar bersama-sama dengan dia.

21:4 Jika tuannya memberikan kepadanya seorang isteri dan perempuan itu melahirkan anak-anak lelaki atau perempuan, maka perempuan itu dengan anak-anaknya tetap menjadi kepunyaan tuannya, dan budak laki-laki itu harus keluar seorang diri.

21:5 Tetapi jika budak itu dengan sungguh-sungguh berkata: Aku cinta kepada tuanku, kepada isteriku dan kepada anak-anakku, aku tidak mau keluar sebagai orang merdeka,

21:6 maka haruslah tuannya itu membawanya menghadap Allah, lalu membawanya ke pintu atau ke tiang pintu, dan tuannya itu menusuk telinganya dengan penusuk, dan budak itu bekerja pada tuannya untuk seumur hidup.

21:7 Apabila ada seorang menjual anaknya yang perempuan sebagai budak, maka perempuan itu tidak boleh keluar seperti cara budak-budak lelaki keluar.

21:8 Jika perempuan itu tidak disukai tuannya, yang telah menyediakannya bagi dirinya sendiri, maka haruslah tuannya itu mengizinkan ia ditebus; tuannya itu tidak berhak untuk menjualnya kepada bangsa asing, kerana ia memungkiri janjinya kepada perempuan itu.

21:9 Jika tuannya itu menyediakannya bagi anaknya laki-laki, maka haruslah tuannya itu memperlakukannya seperti anak-anak perempuan berhak diperlakukan.

21:10 Jika tuannya itu mengambil perempuan lain, ia tidak boleh mengurangi makanan perempuan itu, pakaiannya dan persetubuhan dengan dia.

21:11 Jika tuannya itu tidak melakukan ketiga hal itu kepadanya, maka perempuan itu harus diizinkan keluar, dengan tidak membayar uang tebusan apa-apa.”

21:12 “Siapa yang memukul seseorang, sehingga mati, pastilah ia dihukum mati.

Untuk kita ketahui Kitab Keluaran adalah bahagian dari Kitab Taurat atau “Pentateuch? disebut juga “Kitab Hukum?dan lazim disebut Kitab Hukum Musa kerana memuatkan banyak sekali Undang-undang / Hukum-hukum, ketentuan, tata-karma dan etika.

Hukum diatas adalah salah-satunya.

Peraturan mengenai hak para budak ini khas dalam hukum di Timur Dekat Kuno. Hakikatnya, hukum kasuistik ini adalah pragmatik, tidak bergantung secara langsung dengan salah satu prinsip etis. Seseorang diperingatkan terhadap akibat bilamana ia melanggar hukum ini. Hukum kasuistik ini mengikat Hakim / Para Hakim untuk memberikan suatu keputusan terhadap suatu kasus/pendapat. Inti dibuatnya hukum hak para budak ini ialah bilamana sesuatu hal terjadi begini atau begitu maka akibatnya adalah begini atau begitu.

Hukum diatas secara jelas memperinci hak budak dan hak pemilik budak, dan hak-hak atas pemilik budak ini dibatasi. Maka jika satu perikop diatas dibaca keseluruhan /lengkap, tuduhan orang Yahudi menjual anak perempuannya tidak berdasar. Sebab ayatayat tersebut konteksnya adalah membahas hak-hak kaum budak. Bukan semua orang Yahudi.

Hukum Taurat itu EKSLUSIF HANYA UNTUK ORANG ISRAEL. Bila Taurat difahami dalam kacamata Perjanjian Lama / Orang Yahudi sebagai hukum-hukum mati, orang Kristen tidak lagi menjalankannya, tetapi kita harus sedar bahawa Tuhan Yesus bukan meniadakan Taurat tetapi menggenapinya (Matius 5:17). Maknanya dengan cara mengenal Injil anugerah tidak bererti hukum Taurat kita tinggalkan, tetapi hokum Taurat itu sekarang difahami bukan secara lahiriah tetapi secara rohani. Kekristianan lebih mementingkan aspek Rohani.

Allah yang esa difahami sebagai Allah yang menyatakan diri dalam Yesus. Zinah fizik sekarang difahami lebih dalam sebagai zinah batin, dan soal Sabat bukan perayaan hari tertentu tetapi mengerti Yesus sebagai sabat kita. Keselamatan bukan lagi diperoleh kerana menjalankan hukum-hukum Musa melainkan kerana iman kepada Tuhan Yesus Kristus (Kisah 15). Perjanjian Lama (yang berisi hukum Taurat) tetap diperlukan oleh umat Kristian disamping Perjanjian Baru (yang berisi Injil), kerana Perjanjian Baru tidak akan kita fahami tanpa mengerti karya Allah sejak Perjanjian Lama. Makna Taurat dalam kacamata Injil dan dalam kitab Ibrani jelas terlihat bahawa upacara-upacara Taurat telah digantikan oleh persembahan tubuh Yesus sendiri.

November 26, 2008 - Posted by | GEREJA WANITA ALKOHOL BERHALA |

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: